Example floating
Example floating

TKW Madiun Penderita Kanker Serviks di Hong Kong Ingin Pulang, Ingin Meninggal di Indonesia Saja

Hallo PMI
Example 468x60
A-AA+A++

Hong Kong – Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW)/Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Madiun, Jawa Timur, yang tengah berjuang melawan kanker serviks stadium lanjut, berharap dapat menghabiskan sisa hidupnya di tanah air. Namun, keluarganya menolak untuk menerimanya pulang, meski pemerintah desa hingga tingkat kabupaten telah turun tangan.

Perempuan berusia 33 tahun tersebut dikabarkan sudah putus asa dengan kondisi kesehatannya yang semakin parah. Menurut informasi yang diterima pihak yang menangani pemulangan, TKW tersebut sangat ingin kembali ke Indonesia.

Example 300x600

“Sudah satu bulan kami mempertimbangkan pengajuan pemulangan ini. Sakitnya sudah parah, ia ingin meninggal di Indonesia,” ungkap Arief Camra dari Griya Lansia melalui akun Facebook-nya.

Meski demikian, seluruh keluarga korban menolak untuk menerima. Berbagai upaya mediasi telah dilakukan, termasuk pendekatan dari pihak desa dan Pemerintah Kabupaten Madiun. Bahkan isu ini sudah sampai ke meja Bupati Madiun, tetapi hingga kini belum ada keputusan yang jelas mengenai penanganan warganya tersebut.

Pagi ini, pihak yang mengurus pemulangan TKW tersebut menghubungi Arief Camra dan menyampaikan kebingungannya. “Bagaimana ini pak, kami bingung dengan TKW ini, setelah sampai Indonesia mau dibawa kemana?” ujarnya.

Arief Camra menyatakan akan menunggu keputusan resmi dari Bupati Madiun terlebih dahulu. Namun jika tidak ada solusi, ia siap menggunakan hak diskresi sebagai Ketua Yayasan untuk merawat TKW tersebut di Griya Lansia, meski usianya masih 33 tahun dan bukan lansia.

“Saya beralasan; ini manusia. Sama dengan kita semua; manusia. Nanti Bu Mufi yang akan mengawasi satu pengecualian ini. Masak iya harus dibuang dalam keadaan sakit?” tegasnya.

Ia juga mengutip pernyataan almarhum Presiden ke-4 RI, Gus Dur (Abdurrahman Wahid): “Aturan itu penting, tapi kemanusiaan berada di atasnya.”

Arief Camra menambahkan bahwa ia siap merawat TKW tersebut karena memiliki kemampuan finansial yang memadai. “Bismillah… saya siap merawat TKW tersebut jika Bupati Madiun gak menemukan solusi,” katanya.

Kasus ini kembali menyoroti kerentanan pekerja migran Indonesia di luar negeri yang mengalami sakit kronis, serta tantangan pemulangan dan penerimaan keluarga di kampung halaman. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Madiun mengenai langkah yang akan diambil.

Example 300250