
Fenomena ini memang sering terjadi, terutama di kalangan pekerja migran Indonesia di Taiwan. Banyak kasus serangan stroke dialami oleh orang berusia 25–40 tahun, padahal seharusnya usia tersebut masih tergolong produktif dan sehat.
Berikut penjelasan sebab utama dan cara mencegahnya secara praktis.
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, bisa karena:
- Pembuluh darah tersumbat (stroke iskemik)
- Pembuluh darah pecah (stroke hemoragik)
Akibatnya sel otak rusak dan muncul gejala seperti:
- wajah mencong
- bicara pelo
- tangan/kaki lemas sebelah
- pusing hebat mendadak
🧩 SEBAB UTAMA STROKE PADA PEKERJA MIGRAN DI TAIWAN
1. Tekanan Kerja yang Sangat Tinggi
Banyak PMI bekerja sebagai:
- caregiver lansia
- buruh pabrik
- pekerja konstruksi
Jam kerja panjang + target tinggi menyebabkan:
- stres kronis
- tekanan darah naik
- gangguan tidur
👉 Stres berkepanjangan adalah pemicu utama stroke usia muda.
2. Kurang Istirahat & Kurang Tidur
Banyak pekerja:
- lembur terus
- jaga malam
- tidur hanya 2–3 jam
Kurang tidur membuat:
- tekanan darah tidak stabil
- detak jantung tidak teratur
- pembuluh darah mudah rusak
3. Pola Makan Tidak Sehat
Di Taiwan makanan yang mudah dijangkau kebanyakan:
- tinggi garam
- tinggi minyak
- makanan cepat saji
- minuman manis
Kebiasaan ini memicu:
- kolesterol tinggi
- darah tinggi
- obesitas
- diabetes
Semua ini adalah “paket lengkap” penyebab stroke.
4. Kebiasaan Merokok & Minum Alkohol
Tidak sedikit pekerja migran:
- merokok berlebihan
- minum alkohol untuk melepas stres
Padahal dua hal ini:
- merusak pembuluh darah
- meningkatkan penggumpalan darah
- mempercepat risiko stroke
5. Kurang Olahraga
Banyak PMI hanya:
- kerja → pulang → tidur
- jarang bergerak
- libur dipakai istirahat total
Tubuh jadi tidak bugar, aliran darah tidak lancar.
6. Cuaca Ekstrem di Taiwan
Taiwan punya:
- musim panas sangat panas
- musim dingin sangat dingin
Perubahan suhu mendadak bisa menyebabkan:
- pembuluh darah menyempit
- tekanan darah melonjak
Ini sering memicu stroke mendadak.
7. Faktor Psikologis
Rindu keluarga, tekanan ekonomi, masalah majikan, dan hutang biaya berangkat sering membuat:
- depresi
- cemas berat
Kondisi mental yang buruk sangat berpengaruh ke kesehatan fisik.
🟢 CARA MENGHINDARI STROKE BAGI PMI DI TAIWAN
Berikut langkah nyata yang bisa langsung diterapkan:
1. Jaga Tekanan Darah
- Cek tensi minimal 1 bulan sekali
- Jika sering di atas 140/90 → segera periksa dokter
- Batasi garam maksimal 1 sendok teh per hari
2. Perbaiki Pola Makan
Usahakan:
- lebih banyak sayur dan buah
- kurangi gorengan
- kurangi micin dan makanan terlalu asin
- minum air putih cukup
Contoh sederhana:
- bawa bekal sendiri
- jangan terlalu sering makan instan
3. Tidur Minimal 7 Jam
- Jangan lembur berlebihan
- Atur waktu istirahat
- Hindari main HP sebelum tidur
4. Olahraga Ringan Rutin
Tidak perlu berat:
- jalan kaki 30 menit
- senam ringan
- peregangan tiap hari
Minimal 3–4 kali seminggu.
5. Kelola Stres
- curhat dengan teman
- ikut kegiatan komunitas
- ibadah
- jangan memendam masalah sendiri
Kesehatan mental = kesehatan fisik.
6. Hindari Rokok & Alkohol
Jika belum bisa berhenti total:
- kurangi perlahan
- ganti kebiasaan dengan hal lebih sehat
7. Kenali Gejala Awal Stroke (F.A.S.T)
Segera ke rumah sakit bila ada:
- Face: wajah mencong
- Arm: tangan lemah sebelah
- Speech: bicara pelo
- Time: waktu sangat penting!
Di Taiwan, jangan takut ke RS, karena banyak PMI sudah dilindungi asuransi kesehatan (NHI).
PESAN PENTING UNTUK PEKERJA MIGRAN
Banyak PMI terlalu fokus mencari uang sampai lupa:
👉 Kesehatan adalah modal utama.
Uang bisa dicari, tapi kalau sudah stroke:
- sulit bekerja lagi
- biaya pengobatan besar
- masa depan terganggu
Kesimpulan
Stroke pada pekerja migran muda di Taiwan umumnya disebabkan oleh kombinasi:
- stres kerja
- kurang tidur
- pola makan buruk
- kurang olahraga
- rokok/alkohol
Dengan perubahan gaya hidup sederhana, risiko stroke bisa diturunkan sangat besar.













