Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tangerang bernama Miliana mengalami luka serius setelah mencoba melarikan diri dari situasi yang diduga penuh kekerasan di Arab Saudi.
Peristiwa tersebut terjadi di kota Jeddah. Sebelumnya, Miliana diketahui bekerja di wilayah Tabuk dan diduga kerap menerima perlakuan kasar dari majikannya. Karena tidak tahan, ia memutuskan untuk melarikan diri.
Namun, upaya pelariannya tidak berjalan mulus. Miliana justru terjebak dan diduga disekap oleh seorang pria yang merampas paspor serta ponselnya. Dalam kondisi tersebut, ia juga disebut dipaksa bekerja tanpa menerima upah.
Setelah sekitar satu setengah hari dalam penyekapan, Miliana kembali mencoba melarikan diri. Dengan nekat, ia membuat tali dari kain sprei dan berusaha turun melalui jendela apartemen tempat ia ditahan.
Sayangnya, usaha tersebut berakhir tragis. Dikutip dari akun Facebook Dewi Srikandi, Miliana terjatuh saat proses pelarian dan mengalami patah tulang pada bagian tangan dan kaki.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit di Jeddah untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait kondisi terbaru Miliana maupun tindak lanjut dari pihak berwenang setempat.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap PMI di luar negeri, terutama terkait potensi kekerasan dan eksploitasi yang masih kerap terjadi.












